Jika Anda pernah bertanya, siapa pendiri Tritansa?, jawabannya adalah Bapak Suryo Budi Triawan, seorang pendidik sekaligus penghobi teknologi yang memiliki mimpi besar untuk menghadirkan pendidikan robotika yang mudah dipahami oleh semua kalangan.
Bersama Hamsan Siswanto sebagai Chief Executive Officer (CEO), Tritansa Robotics Academy hadir bukan sekadar sebagai tempat belajar robotika, tetapi juga sebagai gerakan untuk mencetak generasi yang kreatif, inovatif, dan siap menghadapi era Revolusi Industri 4.0 hingga Society 5.0.
Tritansa dibangun dengan keyakinan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk belajar teknologi, robotika dan AI dikarenakan kebutuhan informasi dan pengetahuan yang cepat mulai dari tingkat dasar hingga mampu menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Di balik nama Tritansa terdapat sebuah kisah perjuangan, mimpi, dan persahabatan yang akan selalu hadir di dalam setiap kegiatan
Tritansa lahir dari tekad dua sahabat yang memiliki satu tujuan yang sama yaitu membangun wadah pendidikan teknologi yang mampu menjangkau siapa saja tanpa memandang latar belakang.
Berawal dari pengalaman mengajar,sekaligus hoby akhirnya terjun langsung membuat proyek elektronika, hingga membimbing siswa dalam berbagai kegiatan robotika, muncul sebuah pertanyaan sederhana:
“Mengapa belajar robotika masih terasa sulit dan mahal bagi banyak orang?”
Pertanyaan tersebut kemudian menjadi awal perjalanan Tritansa Robotics Academy.
Dengan semangat berbagi ilmu, Tritansa didirikan agar masyarakat Indonesia dapat belajar:
Inspirasi serupa juga terlihat pada banyak akademi robotika dunia yang berangkat dari pengalaman mengajar dan keinginan membuat pendidikan STEM lebih mudah diakses. (The Robotics Academy)

Suryo Budi Triawan merupakan sosok yang di kenal aktif di dunia pendidikan, khususnya dalam bidang:
Baginya, teknologi bukan hanya sekadar alat,lebih dari itu tetapi juga sarana untuk membangun kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan semangat berinovasi serta karakter yg kuat di dalamnya
Selama mengajar bertahun-tahun mendampingi siswa – siswi dalam proses belajar, ia menyadari bahwa banyak sekali teori materi teknologi diajarkan terlalu rumit bagi pemula.
Karena itulah ia mulai menyusun strategi berbagai materi pembelajaran yang lebih sederhana, dengan 90% praktek dan 10 % teori maka akan sangat baik untuk kalangan pemula mulai dari proyek Arduino pertama, robot line follower, robot Bluetooth, hingga penerapan AI dan IoT.
Melalui Tritansa, ia ingin membuktikan bahwa siapa pun bisa belajar teknologi bahkan orang awam yg gaptek pun bisa jika diajarkan dengan cara yang kekinian dan pastinya mempunyai sensasi puas ketika berhasil menyelesaikan masalah

Prosess membangun Tritansa Robotics Academy, Hamsan Siswanto dipercaya sebagai Chief Executive Officer (CEO).
Sebagai CEO, ia aktif berperan dalam mengembangkan strategi, manajemen, sdm serta arah pertumbuhan Tritansa agar mampu menjangkau lebih banyak kalangan seperti : pelajar, guru, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang memiliki ketertarikan di dalam industri robotika
Kolaborasi antara Founder dan CEO menjadi fondasi yang sangat penting dalam mewujudkan visi Tritansa sebagai pusat edukasi teknologi yang modern, praktis, dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Tritansa dibangun dengan tiga nilai utama:
Belajar tidak mengenal usia.
artinya Siapa pun dan siapa saja dapat memulai belajar robotika dari nol hingga mampu menciptakan inovasi sendiri.
Ilmu harus menghasilkan karya nyata.
Jangan puas dengan menjadi USER Setiap materi yang dipelajari di Tritansa diarahkan menjadi proyek yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan dari permasalah permasalah yang sering di hadapi
Ilmu akan semakin bernilai ketika dibagikan kepada orang lain.
Dengan kegiatan seminar-seminar kami mengedukasi semua kalangan terus menjadi dasar dalam setiap konten, kelas, maupun pelatihan yang dikembangkan oleh Tritansa Robotics Academy.

Adapun visi besar tritansa adalah Founder dan CEO memiliki tujuan yang sama, yaitu menjadikan Tritansa sebagai salah satu pusat pendidikan robotika terbesar di dunia bukan hanya level indonesia juga lebih ke level global yang mampu bersaing dengan negara negara lainya
Visi tersebut diwujudkan melalui pengembangan:
Dengan kegiatan tersebut, Tritansa berharap mampu melahirkan generasi yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta inovasi kedepanya , generasi yg aktif inovatif dan cinta akan tanah air indonesia
Tritansa tidak hanya mengajarkan teori saja tapi lebih menitik balikan untuk peserta skill praktek , sepertihalnya hidup ujian dulu baru belajar , kita berika kasus biarkan mereka mencari solusi itu akan membuat peserta akan di paksa ujian dan akan mencoba dan mencoba sampai akhirnya berhasil dan akan ada kepuasan tersendiri ketika menyelesaikan masalah
Setiap peserta didorong untuk:
Pendekatan pembelajaran berbasis 90% praktik membuat proses belajar menjadi lebih menarik,dan 10 % teori mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan dunia industri modern.
Bagi Suryo Budi Triawan, keberhasilan Tritansa bukan diukur dari seberapa besar lembaganya, melainkan dari seberapa banyak orang yang berhasil mengembangkan potensi dirinya melalui teknologi , karena sebaik baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainya
Harapan kami sederhana saja namun bermakna: semakin banyak generasi muda Indonesia yang berani berkarya, berinovasi, dan membangun solusi melalui robotika, Arduino, IoT, dan AI
Dengan dukungan rekan kami Hamsan Siswanto sebagai CEO, Tritansa terus berkomitmen menjadi rumah belajar terbaik untuk teknologi yang terbuka, inspiratif, dan berdampak bagi masa depan pendidikan Indonesia.
Pendiri (Founder) Tritansa Robotics Academy adalah Suryo Budi Triawan, dia seorang pendidik yang fokus pada pengembangan pendidikan robotika, Arduino, IoT, dan AI di Indonesia.
CEO Tritansa Robotics Academy adalah Hamsan Siswanto, beliau adalah yang bertanggung jawab mengembangkan strategi dan arah pertumbuhan lembaga.
Tritansa didirikan sederhana untuk menyediakan pendidikan robotika dan teknologi yang sangat mudah dipahami, terjangkau, dan berbasis praktik sehingga dapat diakses oleh semua kalangan.
Materi yang dipelajari meliputi seputar robotika, Arduino, Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), elektronika, pemrograman, dan berbagai proyek teknologi berbasis 90% praktik dan 10 % teori
Suryo Budi Triawan sebagai Founder dan Hamsan Siswanto sebagai CEO merupakan dua sosok di balik lahirnya Tritansa Robotics Academy. Berangkat dari semangat berbagi ilmu dan pengalaman di dunia pendidikan, keduanya membangun Tritansa sebagai wadah belajar teknologi yang mudah diakses, aplikatif, dan berorientasi pada masa depan. Melalui robotika, Arduino, IoT, dan AI, Tritansa terus berupaya mencetak generasi inovator yang siap menghadapi tantangan dunia digital.